0
Dikirim pada 27 April 2018 di Wawasan Umum

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dimulai pada Senin 2 April 2018 berjalan cukup lancar di beberapa daerah. Hingga saat ini belum ada laporan tentang kebocoran, kecurangan atau penyimpangan dalam pelaksanaannya. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekjen FSGI Heru Purnomo dalam siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (3/4/2018).

Heru mengakui, UNBK masih rentan dalam masalah teknis pelaksanaanya di lapangan. Masalah teknis tersebut mulai dari mati listrik, soal tidak bisa diklik, kekurangan komputer, sampai ujian yang baru selesai hampir pukul 19.00 WIB. Kendala teknis tersebut dilaporkan terjadi di beberapa wilayah di NTB seperti Bima, Dompu, dan Lombok Utara.

Baca Juga: rumus segitiga

Ia menjelaskan, di Lombok Utara tepatnya SMK Negeri 1 Pemenang dan SMK Negeri 1 Tanjung ditemukan soal yang pilihan jawabanya tidak bisa diklik. Kemudian lain halnnya di Dompu (NTB), terjadi kasus pencurian laptop dan server di salah satu SMA swasta sehingga pelaksanaan UNBK bagi pesertanya akan dialihkan ke SMK terdekat atas inisiatif helpdesk UNBK Dikbud Provinsi NTB.

Baca Juga: akar pangkat 3

Pelaksanaan UNBK di Dompu tepatnya di SMK Negeri 1 Kilo sempat tertunda sehingga sesi pertama dimulai cukup siang, akibatnya seluruh sesi juga tertunda hingga UNBK baru berakhir pukul 19.45 WITA.

Selain kendala komputer dan web, sambung Heru, beberapa daerah juga mengalami gangguan listrik seperti yang terjadi di Kabupaten Bima tepatnya di SMK Negeri 4 terpaksa menggunakan genset karena listrik mati sejak pagi. Bahkan di SMK Negeri 1 Bima terpaksa dilayani dengan token offline dari Dinas Provinsi karena jaringan internet terputus akibat jaringan fiber optik Telkom terganggu.

Artikel Terkait: akar kuadrat

Selain itu, masalah listrik juga dialami oleh peserta UNBK di Dompu tepatnya di SMK Beringin Jaya Dompu yang sempat mengalami server offline akibat listrik padam. Di SMK Pariwisata juga terjadi komputer yang tiba-tiba logout sendiri sehingga harus konfigurasi ulang.

“Kejadian seperti ini tentu bisa mempengaruhi psikologis anak dalam mengikuti ujian, bahkan dapat membuat siswa kelelahan menunggu karena ada sesi yang baru selesai hampir magrib. Sehingga diharapkan masalah teknis seperti ini tidak terjadi lagi pada pelaksanaan UNBK,” tutupnya. Read More: Segitiga.



Cari Informasi Wisata Pangandaran, Paket Wisata Pangandaran, Green Canyon, Batu Karas dan yang lainnya, segera buka www.mypangandaran.com


Dikirim pada 27 April 2018 di Wawasan Umum
comments powered by Disqus
Profile

Mahasiswa yang doyan baca tulis More About me

Page
Archive
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 843 kali


connect with ABATASA